Ikuti Anjuran Pemerintah, Pemkab Humbahas akan Bagikan 200 Ribu Masker Anti Air dan Bakteri kepada Masyarakat

Humbahas (SIB) - Berbagai cara dan upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah itu. Alhasil, sejauh ini kabupaten yang akan memasuki usia 17 tahun itu masih bebas atau nihil kasus positif Covid-19.
 
Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor kepada SIB, Rabu (8/4) usai memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Humbahas di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Humbahas, mengatakan, pihaknya akan terus bekerja mengimbau dan mengajak masyarakat untuk ikut memerangi dan mencegah penularan wabah pandemi virus corona tersebut.
 
“Tadi kita kumpulkan para tokoh masyarakat, agama, tokoh pemuda dan Forkopimda Humbahas. Pada intinya kita menjelaskan hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan. Yang pertama itu, seperti masker. Kita sudah pesan masker dari salah satu perusahaan yang sudah direkomendasikan WHO sebanyak 200 ribu buah. Jadi mungkin tanggal 25 April sampai barangnya. Jadi harapan kita semua orang Humbang Hasundutan mendapatkan masker nanti sesuai imbauan pemerintah pusat terakhir (menggunakan masker). Itu sebenarnya yang paling utama,” kata Dosmar.
 
Lebih lanjut dijelaskan, selain masker, dalam pertemuan itu juga disepakati untuk turut serta mengimbau seluruh masyarakat hingga ke desa-desa dan dusun-dusun memberikan pemahaman dan imbauan tentang pencegahan virus corona itu. “Ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja. Tapi semua tanggung warga negara untuk mengurus daerah kita masing-masing. Itulah beberapa point yang paling utama tadi,” ucapnya lagi.
 
Ditambahkannya, seluruh imbauan yang pertama dikeluarkan itu, kata Dosmar, harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan tidak membebani. Dan apabila tidak sesuai dengan aturan, akan segera dievaluasi. “Setelah nanti tanggal 10 April selesai imbauan yang kita lakukan, akan kita evaluasi ulang. Jangan ada masyarakat yang merasa terbebani, seperti masalah prosedur penguburan orang yang meninggal, anak perantau yang wajib memakai masker, dan berbagai imbauan lainnya,” ucap Dosmar.
 
Dosmar menambahkan saat ini status Humbahas untuk kasus Covid-19 masih status siaga darurat, dengan jumlah pasien dalam pemantauan (ODP) sebanyak 17 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang. “Sebenarnya PDP kita tidak ada. Karena yang kemarin itu orang Siantar yang berkunjung ke Humbang. Mudah-mudahan besok keluar hasil swab-nya yang kemarin itu. Kita nanti kasih tahu hasil tes PCR (polymerase chain resction) dari Rumah Sakit GL Tobing,” ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, bupati berharap agar masyarakat dapat menjalankan seluruh imbauan yang telah disebarkan baru-baru seperti menjauhi kerumunan atau keramaian, menerapkan perilaku hidup bersih, menghindari kontak fisik, berjemur sinar matahari, istirahat yang cukup, mandi 2 kali sehari, makan makanan bergizi, perbanyak minur air putih dan jika bersih atau batuk agar menutup mulut dan hidung untuk mencegah agar yang ada di sekitar tidak terpapar Covid-19 itu.
 
“Intinya masyarakat Humbang Hasundutan harus bisa menahan diri, sampai pandemic virus Corona ini mereda. Karena ini tidak melihat siapa (korban). Semua sama. Tadi kita dengar 207 negara yang sudah merasakan terpapar corona ini. Jadi imbauan yang paling utama adalah, tolong kita sadar masing-masing lah. Itu yang paling utama,” pungkasnya.
 
Terpisah, anggota DPRD Humbahas Roberto Manullang menyampaikan, sangat mengapresisi tindakan dan upaya Pemkab Humbahas dalam mencegah penyebaran virus Corona itu. Salah satunya kata dia, pembagian masker kepada masyarakat sebanyak 50 ribu yang baru-baru ini mereka lakukan.
 
“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan bupati menghubungi rekan-rekan yang ada di Jakarta, makanya pak bupati dengan koneksinya, kita dapat mendatangkan 50 ribu masker dan sudah dibagikan. Itu bukan gampang. Uang ada, tapi belum tentu ada dapat barang. Tapi sekarang dengan koneksinya pak bupati, ada dapat kita 50 ribu, dan masih berupaya lagi untuk mendatangkan masker yang bisa dicuci berbahan kain sebanyak 200 ribu,” ucapnya.
 
Ditambahkan, pihaknya juga dari DPRD Humbahas sudah sepakat dana TT (tidak terduga) yang ada di APBD TA 2020 akan dipakai untuk penanggulangan Covid-19. Dan apabila nanti ada pergeseran anggaran, mereka akan menyetujuinya. “Dalam hal ini kami sangat mengapresiasi. Dan kami anggota DPRD setiap Dapil turut bekerja untuk mencegah penyebaran virus Corona ini,” pungkasnya. (BR8/f)

  Administrator
  13-04-2020, 20:18:53