KONFERENSI PERS TERKAIT MENINGGALNYA PASIEN PDP DI HUMBANG HASUNDUTAN

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Humbang Hasundutan mengadakan konferensi pers di Ruang Rapat RSUD Doloksanggul terkait meninggalnya salah seorang pasien PDP Covid-19 (26/03).
Hadir dalam konferensi pers tersebut Kadis Kesehatan drg. Hasudungan Silaban M.Kes, Kadis Kominfo Humbahas Drs Hotman Hutasoit, Direktur RSUD Doloksanggul dr. Netty Simanjuntak, dr Rianti Tarigan selaku dokter spesialis paru yang menangani pasien, keluarga almarhum, serta awak media.

Dalam konferensi pers tersebut, dr Rianti Tarigan menjelaskan kronologis kejadian sejak pasien pertama sekali dibawa ke RSUD Doloksanggul. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan rontgen foto thorax, didapati bahwa pasien mengidap penyakit Pneumonia yakni infeksi paru yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara paru-paru, sehingga pasien mengalami sesak nafas yang dapat membahayakan nyawa pasien. Dan pada tanggal 25 Maret berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter paru merujuk pasien ke RSUD Tarutung, namun saat dalam perjalanan pasien meninggal dunia sehingga dibawa kembali pulang ke RSUD Doloksanggul.

Pihak RSUD maupun Dinas Kesehatan juga menegaskan bahwa tidak pernah menyampaikan statement kepada publik bahwa pasien Positif Covid-19. Direktur RSUD menerangkan, almarhum memang dalam status PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sesuai dengan kriteria PDP, almarhum mengalami gejala demam, Pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang terjangkit. Dikarenakan almarhum dengan status PDP, maka sesuai dengan SOP pasien harus di bawa ke Rumah Sakit Rujukan, meski belum tentu positif terkena Covid-19, sebelum hasil laboratorium memastikan positif atau tidak.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Kesehatan mewakili tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Humbang Hasundutan juga meminta maaf kepada pihak keluarga jika terdapat ketidaknyamanan atas penanganan setelah almarhum meninggal yang dikarenakan pengambilan tindakan kepada pasien berstatus PDP harus sesuai dengan SOP yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Tim juga akan bersilaturahmi langsung ke keluarga almarhum dan memberikan pemahaman atas situasi yang terjadi kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. (Diskominfo)

  Administrator
  31-03-2020, 11:16:33