Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan membuat 4 (empat) Posko dipintu masuk di perbatasan

Sekaitan Pemberitaan Harian Sinar Indonesia Baru, pada hari Jumat, 3 april 2020, hal. 1 dan hal. 15 kolom 2, dengan judul LOCK DOWN (TERBATAS) DI HUMBAHAS HARUS IZIN MENTERI, dengan ini kami sampaikan bahwa penggunaan istilah lockdown (terbatas) itu adalah cara dan istilah Pemkab. Humbang Hasundutan sebagai upaya penanganan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dimana Pemkab Humbang Hasundutan melakukannya tidak dalam bentuk regulasi sebagaimana diatur dalam PP No. 21 Tahun 2020. Sehingga untuk menghimpun segala sumber daya yang akan dipergunakan sebagai potensi dengan melibatkan semua komponen termasuk TNI-Polri, dengan membuat 4 (empat) Posko dipintu masuk di perbatasan, antara lain :
1. Sijuguk, Desa Nagasaribu III, Kec. Lintongnihuta
2. Bahalimbaho, Desa Paranginan Selatan, Kec. Paranginan
3. Hutajulu, Desa Hutajulu, Kec. Pollung
4. Tukka, Desa Ambobi Paranginan, Kec. Pakkat

Posko tersebut dimaksudkan untuk mengecek potensi/gejala indikasi covid 19 kepada setiap orang masuk dan keluar dari wilayah Humbang Hasundutan, dengan tidak melakukan pemblokiran jalan dan memberikan himbauan/ajakan/edukasi untuk :
1. Jauhi kerumunan/keramaian orang, tidak menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak;
2. Menerapkan perilaku hidup bersih, mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin & jangan menyentuh wajah terutama daerah mata, hidung dan mulut;
3. Menghindari kontak fisik, jaga jarak minimal 2 meter dari orang lain;
4. Berjemur sinar matahari setiap hari;
5. Istirahat yang cukup;
6. Mandi 2x sehari dan selalu berganti pakaian setelah mandi;
7. Makan makanan yang bergizi terutama yang mengandung vitamin C dan E;
8. Perbanyak minum air putih hangat dan hindari minum es
9. Jika Bersin atau batuk “tutup” mulut dan hidup untuk mencegah orang yang ada di sekitar tida terpapar Covid 19.

Maka untuk menghindari interpretasi (pemahaman) yang berbeda atas berita dimaksud maka perlunya informasi ini disampaikan kepada publik.
Sekali lagi, kami sampaikan bahwa istilah lockdown (terbatas) adalah cara dan istilah yang dipakai Pemkab Humbang Hasundutan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dan melindungi masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan dari covid-19.

Selanjutkan kami sampaikan terkait dengan tidak diperkenankannya membawa jenazah ke wilayah Humbang Hasundutan yaitu erat kaitannya dengan potensi terjadinya kerumuman/keramaian massa seperti pesta adat yang merupakan tradisi, dimana kerumuman/keramaian massa berpotensi menjadi mata rantai penyebaran covid-19.

Penjelasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Drs. Tonny Sihombing, MIP, drg. Hasundungan Silaban, M.Kes Kadis Kesehatan dan Ir. Tumbur Hutagaol, MT, Kalak. BPBD Kab. Drs. Hotman Hutasoit, Kadis Kominfo.


  Administrator
  06-04-2020, 08:53:05